Beranda Peristiwa nasional IPW sesalkan Polri Telah Keluarkan Izin Senpi 18.030 Unit
Banner
Banner

Hot News

Menyentuh Pusat Hiburan Yang Kebal Operasi
05/05/2013 | endro rhs
article thumbnail

Setelah mengedukasi ke empat tempat hiburan yang dipantau oleh BNN DKI, dalam kaitan menyikapi dan menindaklanjuti kritikan, masukan dan saran-saran yang bersifat membangun dari masyarakat terhadap  [ ... ]


Sisi Lain Pom Bensin
22/04/2013 | endro rhs
article thumbnail

Di tengah isu, naiknya bahan bakar minyak (BBM), bergulir pula tips: Memilih Pom Bensin dan Mengisi Bensin Yang Benar. Bagi yang belum mengetahui, matraindonesia.com memberi info. Tak harus dipercay [ ... ]


Sex, Lies & Cigarettes

Banner
Banner

 

IPW sesalkan Polri Telah Keluarkan Izin Senpi 18.030 Unit PDF Print E-mail


JAKARTA- Indonesia Police Watch menyesalkan sikap Polri yang telah mengumbar pemberian izin kepemilikan senjata api bagi masyarakat sipil sebanyak 18.030 unit, jauh melebihi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

"IPW menyesalkan sikap Polri yang mengumbar pemberian izin senjata ini. Tahun 2012 ini Polri telah melanggar ketentuan pemerintah, sehingga terjadi kelebihan hampir 700 persen dari ketentuan yang dberikan pemerintah," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane di Jakarta, Selasa (8/5).

 

Neta menjelaskan Polri ternyata sudah sangat gila-gilaan dengan mengumbar pemberian izin penggunaan senjata api bagi warga sipil. Padahal, berdasarkan ketentuan pemerintah, untuk tahun 2012 Polri hanya diizinkan mengeluarkan izin sebanyak 2.608 unit.

"Tapi faktanya Polri sudah keluarkan izin kepemilikan senjata api sebanyak 18.030 unit," kata Neta.

Neta menjelaskan berdasarkan UU No 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012, pemerintah telah mematok nilai Rp2.608.425.000 untuk pendapatan penerbitan surat izin senjata api dan bahan peledak.

Menurut Neta, sesuai PP 50 Tahun 2010 tentang PNBP, setiap senjata api dikenai biaya Rp1 juta. Artinya, di tahun 2012, Polri hanya diperbolehkan mengeluarkan 2.608 pucuk senjata bagi warga sipil. Namun, faktanya Polri sudah mengeluarkan izin 18.030 senjata api dan sudah mendapat dana Rp18 miliar dari pemberian izin ini.

"Padahal yang harus disetor ke kas negara hanya Rp 2,6 M, jadi ada sisa dana Rp 15,4 M. Dana sisa ini ke mana," kata Neta.

Untuk itu IPW mendesak BPK dan KPK menyelidiki aliran dana di balik pemberian izin senjata ini.(ant/jo2)